Simulasi Mandiri di Kota Padang Dalam Rangka Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), 26 April 2017

Tepat pukul 10.00 wib, pada hari Rabu 26 April 2017 dilaksanakan simulasi penyelamatan diri dari gempa dan tsunami di 60 titik di seluruh wilayah Kota Padang. Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang diselenggarakan secara nasional. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak. Pihak BPBD Kota Padang sebagai penanggung jawab utama di Kota Padang, dibantu oleh semua SKPD terkait PB, memandu pelaksanaan di lapangan. Peserta kegiatan adalah dari perkantoran, sekolah dan masyarakat umum yang telah ditetapkan di beberapa wilayah yang umumnya berada dekat dengan pantai maupun yang berada di daerah aman bencana tsunami.

Sesuai skenario yang ditetapkan, warga Kota Padang pagi itu tetap melakukan aktivitas rutin. Sekolah sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Aktivitas kantor dan masyarakat berjalan normal seperti biasa.

Tepat pada waktu yang ditentukan tersebut, sirine panjang berbunyi di daerah pesisir yang menandakan terjadinya gempa selama 30 detik. Seluruh warga melakukan penyelamatan diri masing-masing keluar dari gedung sampai gempabumi reda. Tidak lama setelahnya berbunyi lagi sirine panjang kedua sebagai pertanda peringatan dini adanya potensi tsunami. Semua warga yang mengikuti kegiatan berbondong-bondong dari tempat masing-masing menuju Tempat Pengungsian Sementara (TES) atau shelter. Ada beberapa TES atau gedung yang direkomendasikan oleh BPBD Kota Padang seperti Shelter di Kantor Gubernur, Hotel Mercure, SMK 5, SMA 1, Gedung Al Azhar, Shelter Wisma Indah, Mesjid Darussalam (Kelurahan Bungo Pasang) dan Jabal Nurul Haq (Kelurahan Parupuk Tabing). Selain itu, juga ada yang melakukan evakuasi ke tempat yang cukup jauh seperti ke Tempat Evakuasi Akhir (TEA) TVRI Sumbar di Jalan By Pass.

simulasi HKBN 2017_1

                                                                                                              Simulasi Evaluasi di SMA 1 Padang

Pada saat melakukan evakuasi ke shelter, para partisipan diminta untuk tetap hati-hati untuk menghindari kecelakaan. Setelah berkumpul beberapa lama di TES atau TEA, kegiatan simulasi kemudian diakhiri dan semua partisipan dipersilakan untuk kembali ke tempatnya masing-masing.

Sebelumnya kepada beberapa sekolah-sekolah, hotel dan kampus sudah diberikan pembekalan terkait evakuasi mandiri. Tim DRR Indonesia sendiri juga terjun langsung memberikan materi terkait. Tim tersebut mendapat kesempatan untuk bersosialisasi ke UIN Imam Bonjol, SMP 39, Hotel Mercure dan SMA 1 Padang. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para siswa, mahasiswa dan karyawan yang terlibat lebih siaga dan mengetahui bagaimana menghadapi bencana gempa dan tsunami. Sedangkan pada saat simulasi, tim juga bekerja sebagai pendamping dan observer, yang kemudian bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi penting kepada BPBD Kota Padang.

simulasi HKBN 2017_2

Pendataan siswa dilakukan oleh seorang guru SMP 39 yang melakukan evakuasi ke Hotel Mercure, Padang.

 

 

 

Recommended Posts

Leave a Comment